Minimal haid adalah selama sehari semalam (24 jam).
Maksimal
haid adalah selama 15 hari 15 malam, sekalipun darahnya tidak tersambung
(dipisah dengan suci).
Adapun
lumrah / kebiasaan haid adalah selama 6 / 7 hari.
Sedangkan
minimal masa suci diantara dua kali masa haid adalah selama 15 hari sebagaimana
ukuran maksimal haid. (Tahrir Hal. 17).
Jadi ukuran minimal / lumrah / maksimal masa-masa haid itu
adakalanya darahnya bersambung (tanpa dipisah dengan suci), dan adakalanya tidak bersambung.
Dalam hal ini ada satu ketentuan bahwa apabila darah haid itu tidak sambung,
maka hari-hari yang tidak ditempati darah haid ikut dihukumi masa haid, selagi
tidak kurang dari sehari semalam dan tidak lebih dari 15 hari.
Sebagaimana
yang terungkap di bawah ini:
ولو تخلله
النقاء فالكل حيض اذا لم يجاوز خمسة عشر يوما ولم ينقص الدم على اقل الحيض. (باجورى
ص 110).
Artinya:
Jika
didalam masa haid disela-selai oleh suci (atau darah lemah) maka semuanya (haid
dan suci / darah lemah) dianggap haid, tetapi bila darah haid tersebut tidak
lebih dari 15 hari dan tidak kurang dari minimal haid (sehari semalam). (Bajuri
Hal. 110).
محل ذالك ان
كان في زمن الحيض والا فاستحاضة. (رساله 1).
Artinya:
Adapun
tempat (ketentuan) itu (suci yang menyela-nyelai dianggap pula haid) itu bila terjadinya keluar darah masih
didalam masa haid, dan jika tidak maka tetap dihukumi darah istihadloh.
(Risalah hal. 1).
Contoh:
Keluar
darah selama 3 hari, kemudian suci selama 12 hari, kemudian keluar lagi selama
3 hari, ini berarti 3 harr yang terakhir dianggap darah fasad bukan darah haid
sekalipun jumlah keluar darah hanya 6 hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar